AKMAL ANGGITO AWI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
AKU OBATI RASA JENUHKU DENGAN LITERASI
https://mohammadihsan.id/article/2021/03/lomba-menulis-siswa-mediaguru-maret-2021-264120

AKU OBATI RASA JENUHKU DENGAN LITERASI

AKU OBATI RASA JENUHKU DENGAN LITERASI

Asalkan kalian tahu COVID-19 sudah melanda Indonesia kurang lebih 10 bulan yang lalu. Maka dari itu sekolahan pun ditutup dan para siswa belajar lewat on-line (daring). Mungkin awal-awal belajar secara daring terasa sangatlah tidak nyaman. Dikarenakan tidak terbiasa belajar menggunakan handphone (gadget) dengan berbagai aplikasi, seperti aplikasi zoom dan classroom. Lagi pula suasana yang sangat berbeda jika dibandingkan di sekolah. Jika di sekolah kita bisa belajar bareng teman dan bercanda gurau. Namun akan berbeda jika kita belajar di rumah karena kita hanya bisa belajar mandiri melalui handphone, meski rasanya sangatlah jenuh.

Beruntung sekali, sekolah kami membuat kebijakan berupa program masuk sekolah secara bergiliran dengan pola 25% sesuai urutan absen kelas per jenjang. Contohnya seperti mengambil LKS dan mengumpulkan tugas. Hal itu dimaksudkan agar siswa bisa bertemu dengan para guru, untuk mengobati rasa rindu. Selain itu juga bertujuan agar siswa tidak merasa jenuh selama belajar dari rumah. Guna mencegah persebaran virus corona selama siswa masuk sekolah, sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar tidak muncul persebaran di cluster sekolahan.

Memang ada kelebihan dan kekurangan dengan belajar dari rumah. Kelebihannya adalah kita bisa belajar dengan bebas. Karena secara durasi, waktunya sangat banyak dan memiliki kesempatan lebih untuk mempelajari mata pelajaran. Diantara waktu luang itu, Aku biasanya meluangkan waktu untuk menulis, disamping membantu kedua orang tua seperti menyapu lantai, mencuci piring dan terkadang mencuci motor. Pada saat menulis aku biasanya belajar membuat cerpen, puisi, dan pantun. Adapun beberapa tulisan yang telah aku selesaikan berjudul seperti berikut ini : “Ayahku Pahlawanku,”, “Burung Love Bird dari Pamanku”, dan “Olga untuk Mencegah Terkena COVID-19”

Sedangkan kekurangan selama belajar dari rumah adalah terkadang kita meremehkan tugas-tugas yang diberikan. Contohnya banyak siswa (teman-teman) yang menunda menyelesaikan tugas, bahkan meninggalkannya. Sehingga saat waktunya pengumpulan tugas teman-teman menjadi panik dan heboh, karena banyak tugas yang menumpuk. Maka dari itu dengan belajar secara daring kita harus mengambil segi positifnya, dan membuang segi negatifnya.

Pastilah saya dan kalian semua merasa jenuh selama belajar dari dalam rumah. Disebabkan tidak bisa bertemu rame-rame dan bermain bola bersama teman seperti suasana normal yang dulu. Apalagi kita harus selalu mematuhi protokol kesehatan jika berada di luar rumah. Walaupun sesekali kita masuk sekolah untuk mengumpulkan tugas maupun keperluan yang lain. Sebagai siswa kelas 9 saya dan teman-teman lebih sering ke sekolah untuk melengkapi urusan administrasi guna persiapan kelulusan.

Jujur saja saya katakan bahwa yang dirasakan selama belajar daring sangatlah tidak mudah. Karena banyaknya mapel pelajaran yang harus dipelajari dan kurangnya penjelasan dari guru. Lagi pula kurangnya catatan yang diberikan oleh guru, dan banyaknya tugas dari pada penjelasan materi pelajaran. Maka dari itu para murid sangatlah susah untuk memahami materi pelajaran.

Tetapi kita sebagai murid tidak boleh menyerah, apalagi berputus asa. Kita harus senantiasa belajar untuk meraih cita-cita. Karena COVID-19 ini kita diberi hikmah. Ini semua adalah ujian dan tantangan yang harus kita lewati. Karena untuk meraih kesuksesan tidaklah mudah. Kita harus melewati ujian dan tantangan yang wajib kita lewati sebelum mencapai kesuksesan.

Sungguh menyenangkan memang belajar tatap muka di sekolah. Pasti kita sangatlah rindu untuk belajar di sekolah. Bisa bergurau dengan teman sekelas, bisa bermain bola di lapangan. Selain itu, kita juga bisa memahami pelajaran dengan mudah. Karena belajar dengan tatap muka lebih menyenangkan (enjoy). Kita juga bisa bertanya langsung kepada guru tentang apa saja yang masih kurang kita pahami. Semoga COVID-19 ini cepatlah usai, dan secepatnya juga sekolahan dibuka.

Mari kita selalu berdoa dan selalu mematuhi protokol kesehatan agar mata rantai COVID-19 cepat usai. Semoga…

BIODATA PENULIS

Akmal Anggito Awi lahir di kota Magetan, Jawa Timur, Pada Tanggal 26 Mei 2006. Adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Saat ini Akmal duduk dikelas 3 SMP Negeri 4 Magetan, Jawa Timur. Akmal telah menghasilkan beberapa tulisan seperti cerpen yang berjudul "Ayahku Pahlawanku, Kesuksesan Membutuhkan Proses" dan masih banyak lagi. Akmal ingin lebih banyak menginspirasi banyak anak di Indonesia untuk menulis. Melalui gerakan nasional satu siswa satu buku (sasisabu). Jika ingin lebih dekat, bisa hubungi Akmal di email akmalsangar132@gmail.com atau di nomor 089656912127

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

I like your opinion ♡

11 Mar
Balas

Btw, kita satu angkatan ternyata >~<

11 Mar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali